Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat Akan Dimulai Agustus 2026

29 Juni 2026, 08:00 WIB 150 kali dibaca
Kategori : Artikel

Tanjungpinang, DPUPP KEPRI - Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat akan dimulai awal Agustus 2026 ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepulauan Riau, Rodi Yantari menjelaskan, proses pekerjaan dimaksud akan dilaksanakan setelah dilaksanannya proses lelang yang akan dilaksanakan selama satu bulan sepanjang Juli 2026.

Sebelum melaksanakan pelelangan, terang Rodi, ada 10 poin tahapan yang telah dilaksanakan, yakni studi kelayakan, detail enggineering design (DED), Nota Kesepahaman (MOU) antara Pemprov Kepri dan DPRD Kepri, dan dokumen kajian dampak cagar budaya (KDCB).

Selain itu, pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat juga telah memperoleh rekomendasi pembangunan di kawasan cagar budaya peringkat nasional Pulau Penyengat, persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, dan penyusunan dokumen lingkungan yang sedang berproses.

"Yang tak kalah penting adalah telah diterimanya reviu HPS bersama BPKP Kepulauan Riau yang menjadi salah satu persyaratan dalam proses pelelangan," terang Rodi usai rapat persiapan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Pulau Penyengat di Gedung Daerah, Senin (29/6/2026).

Rodi menegaskan jika Dinas PUPP Kepri harus benar-bebar melengkapi persyarakat administrasi teknis mengingat pekerjaan pembangunan yang sangat kompleks.

"Insyaallah rencana di awal Juli 2026 akan memulai lelang, ditargetkan satu bulan. Awal Agustus pekerjaan mulai dilaksanakan, sehingga di tahun 2026 ini pekerjaan dilaksanakan selama lima bulan, dan sisanya selama 12 bulan dilaksanakan tahun 2027," paparnya.

Pekerjaan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat ini menggunakan skema tahun jamak (multy years).

Pekerjaan akan diawali dengan peletakan batu pertama (groundbreaking ) yang rencananya akan dihadiri oleh Kementrian Luar Negeri, Kementrian PU dan Kementrian Kebudayaan. 

"Mudah-mudahan bisa kita selesaikan tepat waktu," tutup Rodi. (*)

Editor: Admin
Isi Survei SKM